“Pembagunan ini sudah berjalan sekitar 20 tahun dan efektif 10 tahun dengan menelan anggaran Rp. 2 milyar dari dana jemaat, pemerintah kabupaten Landak, pemerintah provinsi Kalbar, donatur dari luar, “kata Markus Amid yang juga anggota DPRD Kalbar ini.






