Landak – Sinode Gereja Dayak Borneo (GDB) menggelar Pentahbisan Guru Injil dan Pendeta yang berlangsung khidmat pada 14 Januari 2026 di GDB Pusat. Dalam ibadah pentahbisan tersebut, sebanyak 11 Guru Injil dan 3 Pendeta resmi ditahbiskan untuk melayani jemaat di berbagai wilayah pelayanan GDB. Prosesi pentahbisan dipimpin dan dihadiri oleh tokoh-tokoh rohani lintas wilayah, di antaranya Revd. Dr. Clarence Fu, Penasehat GDB dari Sabah, Malaysia, serta Pangalangok GDB Sarawak, Malaysia, Revd. Timithi Jerry.
Kehadiran para pemimpin gereja dari luar negeri ini menegaskan kuatnya ikatan pelayanan dan persaudaraan lintas negara dalam tubuh Sinode Dayak Borneo. Hadir pula dan memberikan sambutan Pdt. Natalius, S.Th, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Landak.
Dalam sambutannya, Pdt. Natalius menyampaikan ucapan selamat kepada para hamba Tuhan yang telah ditahbiskan. “Kami menyampaikan selamat kepada para hamba Tuhan yang hari ini ditabiskan. Harapan kami, pelayanan GDB, khususnya dalam penggembalaan jemaat yang sudah ada, dapat semakin ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan pelayanan di lapangan, terutama di wilayah pedalaman. “Masih banyak gereja yang kekurangan tenaga gembala, sehingga jemaat kurang terlayani dengan baik. Kami berharap para gembala GDB yang ditahbiskan hari ini dapat menjawab kebutuhan tersebut dan sungguh-sungguh memperhatikan jemaat sebagaimana yang diharapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Pangalangok GDB Indonesia, Pdt. Dr. Markus Amid, dalam sambutannya menegaskan bahwa pentahbisan bukanlah sekadar gelar atau status. “Para gembala yang ditahbiskan hari ini, baik sebagai Guru Injil maupun Pendeta, bukan untuk kebanggaan diri atau untuk mencari uang. Pentahbisan ini adalah tanggung jawab yang lebih besar di hadapan Tuhan,” tegasnya.
Menurutnya, para hamba Tuhan dituntut untuk semakin serius dan setia dalam menangani pelayanan jemaat, dengan hati yang tulus dan penuh pengabdian. Ibadah pentahbisan berlangsung dengan penuh sukacita dan pengharapan. Diharapkan, para Guru Injil dan Pendeta yang baru ditahbiskan dapat memperkuat pelayanan GDB, khususnya dalam menjangkau dan menggembalakan jemaat-jemaat di daerah terpencil dan membutuhkan sentuhan pelayanan yang lebih intensif.

